-
Do you need help?
Tampilkan postingan dengan label Pilkada DKI. Tampilkan semua postingan
JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 4, Hidayat Nur Wahid, pada hari kedua kampanye terbuka menyambangi Pasar Gembrong Lama, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa. Dengan mengenakan batik khasnya yang berwarna oranye, mantan Ketua MPR beserta rombongan tim pemenangannya datang menyambangi Pasar Gembrong Lama.
Hidayat kemudian berkeliling pasar dengan naik motor roda tiga yang biasanya digunakan untuk mengangkut barang-barang di pasar. Pada kesempatan itu, Hidayat juga sempat berbincang-bincang dengan beberapa pengunjung pasar yang terlihat antusias menyambut kedatangannya.
Hidayat juga berjanji akan lebih sering mengunjungi pasar-pasar tradisional jika ia terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 11 Juli mendatang. Selain Pasar Gembrong, Hidayat juga sempat menyambangi pasar Johar Baru yang terletak di Jalan Percetakan Negara II, Jakarta Pusat.
Di pasar Johar Baru, Hidayat juga berbincang dengan sejumlah pedagang, pembeli, tukang becak, tukang sampah dan warga sekitar. Selain itu, Hidayat juga terlihat membagi-bagikan kaos putih-oranye yang menampilkan wajah Hidayat dan calon wakilnya Didik J Rachbini.
Iringan ondel-ondel yang menjadi simbol kota Jakarta juga menemani kunjungan Hidayat pada kesempatan tersebut. [Sumber: Didi Purwadi/republika.co.id]
Jakarta - Sekitar dua ribu warga Jakarta Barat memadati GOR Lokasari Jalan Mangga Besar VII, Jakarta Barat. Mereka mendatangi GOR itu untuk berpartisipasi dalam kampanye awal pasangan Cagub DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini.
Ribuan warga yang berasal dari delapan Kecamatan yang ada di Jakarta Barat, yakni Taman sari, Tambora, Kebon Jeruk, Kembangan, Grogol-Petamburan, Palmerah, Cengkareng dan Kalideres.
Kehadiran ribuan massa yang memadati GOR Loka Sari pada Senin (25/6/2012) tersebut bukanlah tanpa alasan. Mereka datang dalam rangka memeriahkan kampanye terbuka calon Gubernur DKI Jakarta nomor 4 yakni Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini.
Warna orange yang menjadi ikon kampanye Hidayat-Didik pun menghiasi pemandangan di dalam maupun di luar GOR. Warna yang menjadi kebanggaan masyarakat Jakarta tersebut semakin lengkap dengan kehadiran ratusan suporter setia tim sepak asal Ibu Kota, Persija, yakni Jakmania.
Seperti diketahui sebelumnya, Hidayat menjanjikan membangun stadion untuk tim kesayangan Jakmania, yakni Persija Jakarta. Mendengar janji itu, suporter loyalis itu pun juga tampak serius membantu pemenangan Hidayat-Didik dalam Pemilukada 2012 ini.
Kemeriahan kampanye terbuka pertama pasangan Cagub Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini, dilengkapi dengan aksi tim barongsai Tambora. Dua barongasai berwarna merah dan kuning itu menambah semaraknya kampanye dengan mempertunjukkan aksi heroik di depan 2.000 masa yang hadir.[bay]
[Sumber: Ahmad Farhan Faris/inilah.com]
Jakarta - Warga Jakarta menyambut baik program pasangan cagub dan cawagub nomor 4, Hidayat Nur Wahid- Didik J Rachbini tentang pembangunan WC publik gratis dan bersih.
Yani (32), salah satu pengunjung Pasar Senen, Jakarta Pusat mengatakan seharusnya pemerintah menyediakan fasilitas untuk publik yang tanpa biaya. "Iya saya setuju kalau ada program yang ingin menggratiskan toilet umum di setiap terminal dan pasar, masak di pom bensin saja bisa gratis," kata Yuni saat ditemui di Terminal Bus Senen, Jakarta, Selasa, (26/6/2012).
Hal senada dikemukakan Indah (20) saat ditemui secara terpisah bahwa dirinya mendukung kalau memang ingin diadakan program WC Umum gratis. "Setujulah siapa sih yang ga mau, asal terjamin kuantitas dan kualitasnya," tutur Indah.
Dijelaskan oleh Indah, hal yang terpenting yaitu perihal kebersihan. "Kalo saya sih ya, menggarisbesarkan soal bersihnya. Kalau memang kualitas kebersihan dan kenyamanannya dinomorsatukan, masyarakat juga enggak masalah dikenakan biayanya.. Apalagi di terminal sama pasar, itu kan jauh dari kata 'bersih' dan 'nyaman'," jelasnya kembali.
Menurutnya, lanjut Indah, sepanjang penglihatannya beberapa WC Umum baik di pasar maupun terminal itu kurang nyaman. "Sebab, terkadang ada yang satu WC itu dicampur untuk perempuan dan pria. Risih kan, udah gitu kurang dijaga kebersihannya juga. Ya namanya juga fasilitas umum," imbuh Indah. [mah]
[Sumber: Ahmad Farhan Faris/inilah.com]
JAKARTA - Hidayat Nurwahid menjanjikan gaji rutin kepada Ketua RT dan RW di seluruh Jakarta. Menurut Calon Gubernur DKI itu, saat ini ada ketidakadilan yang dialami para ketua RT/RW.
"Gubernur gajinya bulanan, masa RT/RW tiga bulan sekali, itu sama sekali tidak adil," kata Hidayat di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/2012).
Hidayat mengungkapkan ketidakadilan itu harus dikoreksi sehingga Ketua RT/RW mendapat gaji setiap bulannya. Mantan Ketua MPR itu akan menaikkan pendapatan Ketua RT dari Rp 600 ribu menjadi Rp 1juta. Sedangkan Ketua RW dari Rp 800 ribu menjadi Rp 1.250.000.
"Gubernur gajinya bulanan RT/RW pun dana operasionalnya harus bulanan. Itu yang akan kami kerjakan dengan cara itu politik akan menghadirkan kesejahteraan kebaikan bagi warga Jakarta," tuturnya.
Hidayat yang berdampingan dengan Didik J Rachbini itu mengatakan dirinya akan menghadirkan Jakarta yang cerdas dengan transparansi anggaran. Pasalnya, saat ini, lanjut Hidayat, warga tidak mengetahui anggaran tersebut.
"Itu (anggaran) harus kita buka supaya warga mendapat keuntungan dari belanja daerah," tukasnya.
[Sumber: Ferdinand Waskita/Tribunnews.com]
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid mengatakan siapa pun yang melakukan intimidasi kepada calon tertentu dalam Pilkada DKI Jakarta sungguh telah menciderai demokrasi dan itu sebagai kejahatan yang tak boleh diacuhkan.
“Hal seperti itu tidak bisa dibiarkan, pokoknya kejahatan terhadap demokrasi ini harus dihentikan. Siapa pun pelakunya,” kata Hidayat melalui Pres Releasenya yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Senin (4/6/2012).
Dikatakan oleh Hidayat, terkait diduganya oknum TNI yang terlibat dalam aksi intimidasi itu, dirinya menyayangkan di mana ia juga anggota Komisi Pertahanan dan Keamanan DPR.
"Kan TNI itu adalah alat negara bukan alat kelompok atau orang perorang yang bisa digunakan untuk kepentingan kelompok apalagi individu," terangnya.
Menurutnya, lanjut Hidayat, apa yang telah dilakukan oleh oknum TNI yang ikut-ikutan melakukan intimidasi hanya memperburuk citra Tentara Nasional Indonesia. Padahal, TNI sudah mereformasi diri menjadi institusi membela negara yang profesional.
“Jadi, tindakan oknum tersebut sangat jauh dari nilai-nilai profesional. Oleh karena itu, oknum seperti itu harus diberi tindakan yang tegas sebab sangat jelas hal itu mencoreng institusi TNI,” tegas Hidayat.
Konon era sudah berubah, saat ini bukan lagi zamannya memamerkan arogansi, mengadu fisik serta menakuti-nakuti masyarakat dengan aksi premanisme. “Ya apalagi sampai memamerkan senjata api, sudah jelas itu tindakan yang amat sangat patut disayangkan bisa terjadi di Indonesia, khususnya Jakarta,” imbuhnya kembali.
Maka dari itu, Hidayat mengajak semua kandidat dalam Pilkada DKI Jakarta untuk menciptakan suasana yang kondusif. Persaingan bukan berarti permusuhan di mana satu sama lainnya harus saling menjatuhkan, menyerang, bahkan melemparkan fitnah-fitnah keji ke masyarakat.
Pilkada Jakarta seharusnya bisa dijadikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat DKI Jakarta khususnya, dan Indonesia umumnya. "Bukan justru sebaliknya menjadi contoh buruk bagi praktek demokrasi di Indonesia. Maka dari itu semua pihak yang terlibat dalam Pilkada DKI Jakarta harus secara bersama-sama menjaga suasana agar tetap kondusif," tutur Hidayat.
Sebelumnya telah terjadi aksi intimidasi terhadap relawan Hidayat Didik, yang tengah memasang banner dan spanduk di wilayah RW 07, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, Sabtu (2/6) malam lalu.[dit]
[Sumber: inilah.com].
Jakarta - Ketua Pokja Kampanye KPU Provinsi DKI Jakarta Suhartono mengatakan pihaknya sudah membagi lokasi dan jadwal kampanye untuk seluruh pasangan calon Gubernur DKI Jakarta yang akan dilaksanakan dari tanggal 24 Juni sampai 7 Juli 2012 nanti.
Menurutnya, metode pembagiannya sudah diusulkan kepada seluruh tim sukses enam pasan calon dan seluruhnya setuju dengan usul tersebut. "Kami mengusulkan kemudian yang berbeda pendapat kami mencoba cari jalan keluar dan pada akhirnya pasangan calon bisa menerima apa yang disampaikan KPU DKI," ujar Suhartono di KPU DKI Jalan Budi Kemuliyaan, Jakarta, Senin, (4/6/2012).
Dirinya menegaskan kalau seluruh pasangan sudah sepakat dan tidak ada lagi ada persoalan. "Jadi tinggal teknis untuk lokasi saja pada tanggal 3, 4, 5, 6 Juli 2012 satu zona ada tiga pasangan yang berkampanye. Pasangan calon membutuhkan pembagian yang lebih teknis lagi di mana mereka harus berkampanye. Untuk menghindari pertemuan dekatnya lokasi dengan pasangan lain, kita akan bahas teknis kembali pada tadi Senin pekan depan," terangnya.
Berikut jadwal dan lokasi kampanye enam pasang cagub dan cawagub:
- 23 Juni 2012 agenda Deklarasi Kampanye Damai di seluruh wilayah Jakarta termasuk Kepulauan Seribu dan untuk enam pasang calon.
- 24 Juni 2012 kegiatan Penyampaian Visi dan Misi Seluruh Pasangan Calon di seluruh wilayah.
- 30 Juni 2012 merupakan agenda Rapat Umum Pasangan Nomor Urut 1 dan Nomor Urut 2.
- 1 Juli 2012 kegiatan Rapat Umum Pasangan Nomor Urut 3 dan Nomor Urut 4,
- 7 Juli 2012 agenda Rapat Umum Pasangan Nomor Urut 5 dan Nomor Urut 6 dan,
- 8-10 Juli 2012 keterangan Hari Tenang Pembersihan Alat Peraga.
1. Lokasi dan waktu kampanye pasangan Nomor Urut 1 yakni Fauzi Bowo bersama Nachrowi Ramli:
Kepulauan Seribu tanggal 25 Juni 2012. Jakarta Utara tanggal 2 Juli 2012. Jakarta Pusat tanggal 29 Juni 2012. Jakarta Barat tanggal 28 Juni 2012. Jakarta Selatan tanggal 27 Juni 2012 dan Jakarta Timur tanggal 26 Juni 2012.
2. Lokasi dan waktu kampanye pasangan nomor urut 2 yakni Hendardji Supandji dengan Riza A Patria:
Kepulauan Seribu tanggal 26 Juni 2012. Jakarta Utara tanggal 25 Juni 2012. Jakarta Pusat tanggal 2 Juli 2012. Jakarta Barat tanggal 29 Juni 2012. Jakarta Selatan tanggal 28 Juni 2012 dan Jakarta Timur tanggal 27 Juni 2012.
3. Lokasi dan waktu kampanye pasangan Nomor Urut 3 yaitu Joko Widodo dengan Basuki T Purnama:
Kepulauan Seribu tanggal 27 Juni 2012. Jakarta Utara tanggal 26 Juni 2012. Jakarta Pusat tanggal 25 Juni 2012. Jakarta Barat tanggal 2 Juli 2012. Jakarta Selatan tanggal 29 Juni 2012 dan Jakarta Timur tanggal 28 Juni 2012.
4. Lokasi dan waktu kampanye pasangan Nomor Urut 4 yakni Hidayat Nur Wahid bersama Didik J Rachbini:
Kepulauan Seribu tanggal 28 Juni 2012. Jakarta Utara tanggal 27 Juni 2012. Jakarta Pusat tanggal 26 Juni 2012. Jakarta Barat tanggal 25 Juni 2012. Jakarta Selatan tanggal 2 Juli 2012 dan Jakarta Timur tanggal 29 Juni 2012.
5. Lokasi dan waktu kampanye pasangan Nomor Urut 5 yakni Faisal Basri bersama Biem Benyamin:
Kepulauan Seribu tanggal 29 Juni 2012. Jakarta Utara tanggal 28 Juni 2012. Jakarta Pusat tanggal 27 Juni 2012. Jakarta Barat tanggal 26 Juni 2012. Jakarta Selatan tanggal 25 Juni 2012 dan Jakarta Timur tanggal 2 Juli 2012.
6. Lokasi dan waktu kampanye pasangan Nomor Urut 6 yaitu Alex Noerdin dengan Nono Sampono:
Kepulauan Seribu tanggal 2 Juli 2012. Jakarta Utara tanggal 29 Juni 2012. Jakarta Pusat tanggal 28 Juni 2012. Jakarta Barat tanggal 27 Juni 2012. Jakarta Selatan tanggal 26 Juni 2012 dan Jakarta Timur tanggal 25 Juni 2012.
Untuk masa kampanye tanggal 3 sampai 6 Juli 2012 satu lokasi itu diisi dengan 3 pasang calon sekaligus di mana dalam hal ini diberi kode Zona A dan Zona B. Untuk kategori Zona A itu meliputi wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu. Sedangkan untuk kategori Zona B itu meliputi Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
1. Zona A:
Tanggal 3 Juli 2012 untuk kampanye pasangan Nomor Urut 1, 2 dan 3. Tanggal 4 Juli 2012 untuk kampanye pasangan Nomor Urut 4, 5 dan 6. Tanggal 5 Juli 2012 untuk kampanye pasangan Nomor Urut 1, 2 dan 3. Dan tanggal 6 Juli 2012 untuk kampanye Nomor Urut 4, 5 dan 6.
2. Zona B:
Tanggal 3 Juli 2012 untuk kampanye pasangan Nomor Urut 4, 5 dan 6. Tanggal 4 Juli 2012 untuk kampanye pasangan Nomor Urut 1, 2 dan 3. Tanggal 5 Juli 2012 untuk kampanye pasangan Nomor Urut 4, 5 dan 6. Dan tanggal 6 Juli 2012 untuk kampanye Nomor Urut 1, 2 dan 3. [dit]
[Sumber: inilah.com].
Jakarta Relawan dari pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid-Didiek Rachbini, mengalami intimidasi saat menyebarkan poster jagoan mereka di daerah Rawa Badak, Jakarta Utara, Sabtu (2/6). Namun hal tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Salah paham biasa saja, sudah clear sekarang. Tidak ada laporan ke kepolisian karena sudah diselesaikan kekeluargaan saja," kata anggota DPRD DKI Jakarta dari PKS, Tubagus Arif, pada detikcom, Minggu (3/6/2012).
Tubagus merupakan pemilik rumah yang menjadi posko pendukung Hidayat-Didiek di daerah tersebut. Rumah Tubagus tidak luput dari aksi premanisme yang melarang pemasangan poster dan banner Hidayat-Didiek.
Tubagus menambahkan kejadian yang dikarenakan salah paham tersebut menghasilkan kesepakatan soal pemasangan atribut calon gubernur dalam pilkada DKI. Kesepakatan tersebut terkait dengan daerah yang diperkenankan dan tidak diperkenankan dalam memasang atribut pilkada.
"kesepakatan saja, cuman daerah situ saja. Ini biasa saja," jelasnya.
Kejadian intimidasi tersebut terjadi Sabtu malam di daerah Rawa Badak, berikut kejadiannya berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari tim Hidayat-Didiek, Minggu (3/6):
Relawan Hidayat-Didiek yang tengah memasang spanduk dan banner di daerah RW 07, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, Sabtu (2/5) malam di datangi oleh sejumlah oknum berambut cepak yang diduga menjadi beking seorang pengusaha besi tua di kawasan itu. Mereka meminta sejumlah relawan yang tengah memasang spanduk dan banner pasangan Hidayat-Didiek untuk menurunkan semua spanduk dan banner yang sudah dipasang.
Alasan mereka, tidak ada izin dari RT/RW setempat. Namun, ketika dijawab bahwa tidak ada aturan yang mengharuskan adanya izin dari RT/RW, sejumlah pria berambut cepak tersebut marah dan mengancam akan mematahkan kaki para relawan. Nyatanya, banner dan spanduk kandidat lain tidak pernah diusik, pemasangannya tidak ada izin dari RT/RW setempat.
Selanjutnya, relawan Hidayat-Didiek kembali ke posko, tapi ternyata sekelompok orang suruhan pengusaha besi bekas tersebut tidak puas. Mereka mendatangi posko relawan, yang juga rumah anggota DPRD DKI Jakarta dari PKS, Tubagus Arif. Atas perintah pengusaha besi tua yang ikut menyerbu posko relawan tersebut, mereka melepasi banner yang terpasang di tiang depan rumah Tubagus.
Sang pengusaha mendatangi para relawan yang berkumpul di dalam rumah Tubagus Arif. Ia menantang dan mencengkram baju salah seorang relawan hingga bajunya sobek, juga mengangkat tangan hendak memukul salah seorang relawan. Namun, situasi dapat dikendalikan sehingga tidak sempat terjadi keributan. Tak berapa lama pengusaha dan para pembekingnya pun meninggalkan posko. Di perjalanan mereka mencopoti banner Hidayat-Didiek.
Namun sang pengusaha yang dipanggil 'Si Bos' ini ternyata belum puas. Ia menyuruh seorang oknum TNI yang menjadi bekingnya untuk memanggil salah seorang relawan, Nurdiansyah. Dengan harapan persoalan bisa segera tuntas, Nurdiansyah dan sejumlah relawan mendatangi rumah 'Si Bos'. Dalam pertemuan, 'Si Bos' memaksa agar relawan Hidayat-Didiek meminta maaf kepadanya, dan mengatakan, “Untung tidak saya siram pake ini,” seraya menunjukkan senjata api. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pengurus RW, yang sejak kejadian lebih banyak diam ketimbang menengahi keributan.
Sedangkan, ketua tim advokasi Hidayat-Didiek, Zainuddin Paru, menyatakan arogansi dan aksi premanisme seperti itu tidak bisa dibenarkan dan hanya akan mencederai demokrasi. Ia mengharapkan Pilkada berlangsung dengan aman, tertib, jujur, dan adil. Paru menilai aksi yang dilakukan oleh pengusaha di Rawa Badak dan oknum TNI itu berlawanan dengan prinsip-prinsip demokrasi.
(vid/mpr)
[Sumber: detik.com].
Gallery
Labels
AD dan ART
Anis Byarwati
Anis Matta
Artikel
Banten
Bidang Perempuan
Budaya
DPR RI
DPRD Kab Serang
Daerah
Dewan Syariah PKS
Ekonomi
Fachri Hamzah
Fraksi PKS DPR
Fraksi PKS DPRD Banten
Gema Keadilan
Hidayat Nurwahid
Hilmi Aminudin
Hukum dan HAM
Internasional
Irwan Prayitno
Kabupaten Serang
Keanggotaan
Kebijakan Dasar
Keluarga
Kota Cilegon
Mahfudz Siddiq
Majelis Syuro
Nasional
News
PKS Banten
Pemuda
Piagam Deklarasi
Platform Kebijakan Pembangunan
Politik
Profil
Rumah Keluarga Indonesia
Salim Assegaf
Sejarah PKS
Sosial
Suswono
Tarbiyah
Taujih
Tifatul Sembiring
Tokoh
Visi dan Misi
-
Ahmad Heryawan adalah Gubernur Jawa Barat untuk periode 2008-2013 dan merupakan politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kang Aher ad...
-
Sumber di pertemuan mengatakan, sejumlah pertemuan antara Fatah dan Hamas di Kairo telah menghasilkan enam kesepakatan mendasar, terkait rek...
-
Jakarta - Sekitar dua ribu warga Jakarta Barat memadati GOR Lokasari Jalan Mangga Besar VII, Jakarta Barat. Mereka mendatangi GOR itu untuk ...
-
Jakarta: Pemerintah diminta segera membebaskan 20 anak buah kapal(ABK ) dari PT Samudera Indonesia yang disandera perompak Somalia, demikia...
-
JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 4, Hidayat Nur Wahid, pada hari kedua kampanye terbuka menyambangi Pasar Gembrong Lam...
-
Jakarta - Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan menuturkan, Pemerintah Daerah Jawa Barat akan melakukan pengawasan khusus terhadap aktivitas P...
-
HP Dhito, staf ahli Habib Nabiel Almusawa yang disadap. (ist) Habieb Nabiel Al-Musawa yang merupakan Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) IV Fr...
-
1. Buku ini lahir dari catatan dan penelusuran penulis semasa mengemban amanah konstitusional sebagai salah satu Anggota Pansus Bank Ce...
-
Serang - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten 2011 Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki menawarkan sembilan program unggulan yang akan...
-
JAKARTA - Tiga bulan sebelum Letjen TNI (Purn) ZA Maulani meninggal dunia pada 2007, Kepala BIN (BAKIN) di era Presiden Habibie ini member...






